skip to main
skip to sidebar
Jam dinding seperti berhenti berdetak di 22 lewat enam
menatapku sambil ternganga
jangankan jam dinding, handphone yang terbaring di sampingku pun
terlonjak kaget!!
Di pukul 22 lewat enam
aku heran, mereka terpana, dia tidak
aku membeku, mereka terpaku, dia mencair
aku bahagia, mereka tertawa, dia...mungkin iya??!!
entahlah...di pukul 22 lewat enam
tak jelas perasaan siapa yang bermain....
Mati itu begitu murah dibeli di negeri ini
cukup dengan beberapa lembar ratusan
namun, hidup enak itu begitu mahal dicari di bangsa ini
walaupun dengan jutaan karung dagangan dan cucuran keringat
Mati itu diobral di negeri ini di emperan-emperan ruko
sedang hidup itu dipajang di etalase-etalase toko yang mewah
Hak hidup...yang disebarkan, dituliskan dalam berbagai kitab
ternyata adalah barang mewah
hak mati...urusan mutlak Tuhan, ingin direbut anjing rakus
atas nama penguasa
Mati itu murah kawan!!
Hidup itu mahal, saudara!!
Tapi berusaha untuk hidup itu mutlak, bapak!!!