Masih lama

02/11/08
Rasanya sudah lama sejak hari itu meningaalkan ku di tengah lara
Sudah lama pula tak terbias kesan hatimu diwajahmu
Entah...apakh kesan tiu pandai bersembunya di balik kesan lain
atau kaulah yang melarang kesan itu keluar untuk bertemu dengan rasaku

aku bernyanyi kecil, menatap langit yang sedang dikunjungi awan
akhir-akhir ini hujan sangat sering menyapaku...
air yang begitu asing bagiku datang meminta meresap lebih jauh
rayuan rumput yang keringpun meminta hidup.

Oh..nasibku adalah tanah... terinjak telapak tiap harinya
Sementara nasib mu adalah langit, tempat surga katanya di sana
Memang beda dan tak pantas bersanding...
Bagiku adalah cacing kurus tak terurus dan bagimu adalah awan rupawan yang menawan

Sudah lama rasanya aku tak melihat kesan mu di hadapku
Sudah lama pula sejak aku ungkap rindu yang kemarin
Kapan pelangi datang menjemputku itu pasti akan lama
Sedang kapan aku bisa berhenti memujamu itu masih lama...

beri aku indah...

25/09/08
Pagi menghampiri orang2 dengan segala janjinya, kekasih
Namun tak juga ada janji untuk menghampiriku
Seperti seonggok daging yang berjalan
Darahku seperti habis terhisap harap..
kering...mengering kian mengurus
menatap pelangi ceria di mata pasangan2 yang merona
kenapa tak bisa sebahagia mereka?
Aku terbawa khayalku pada bulan purnama
Di mana berwisata cinta itu di sana
Semua kembali seolah nyata
Namun hanyalah mimpi yang bersandiwara di atas teater keinginan
Di hadapku semua nyata berunjuk rasa
Menuntut agar aku sadar akannya
Aku merindu hai nyata...aku merindu...
Tidakkah kau melihat? Tidakkah kau mendengar?
Aku merintih...aku meringis...
Aku kehilangan darahku...aku kehilangannya...
Nyata...tak bisakah kau meberiku sebentuk kesempatan lagi
Untuk menyentuh indahmu??
Jangan sakiti aku lagi...tolong...beri aku indah...