Tarian Jemari Yang Belum Ingin Tidur

17/12/10
sudah larut, hujan melenggang pulang...
awan pekat begitu setia mengiringi..
bulanpun tersenyum,
angin menyelamatkan kehormatannya..

sementara rumput tengah menata mentalnya
raksasa menjadi begitu semena-mena..
rebah lagi rumput pada kondisi semula..
tanah memeluk dan menenangkannya..

aku mendengar nyanyian parau
dari kampung tengah tepatnya..
tapi sayang, harta kampung belakang habis dirampok..
maka bersiaplah menjadi lebih kurus dari sebelumnya..

mungkin terdengar aneh,
apa hubungan terselubung antara hujan dan kampung tengah..
tapi ini lah deretan huruf, berbaris sesuka hati..
dan akhirnya lahirlah tarian jemari yang belum ingin tidur..

0 komentar: