Penyusup

14/10/11

Menyilaukan, merayap,

melalui kornea mataku lalu mendarat lembut di hatiku.

Lembut, namun begitu pasti kau menjadi terngiang-ngiang..

Tak sadar, namun begitu ampuh membuat bibirku melengkung ke atas

Ah, aku sebut saja kau penyusup

Bayangmu begitu pandai mengendap-endap

Kau penyusup, datang di saat aku sedang tak ingin bicara tentang hati

Tapi sudahlah, kau tak lebih sekadar penyusup

Hanya menggelitik, terkadang berisik.

Tapi, kisah kita hanya sebatas pada sebuah ruang

Cukup di situ..

Terima kasih telah menyusup di relungku

Paling tidak kau tidak meninggalkan jejak dengan endapan mu

Pulang lah segera, sekarang aku masih berani untuk bilang tidak

Jika kau tinggal lebih lama, entah besok akan jadi apa..

2 komentar:

Dyah Restyani mengatakan...

bagaimana jika suatu hari si penyusup datang kembali mengetuk pintu? bukankah jika begitu, ia tak disebut penyusup lagi? :D

Dyah Restyani mengatakan...

padahal sudah ma tadi komen disini.. :D kenapa hilang komenku?