Aku dan DiriMu

20/09/07
sudah waktunya aku menutup mulut untuk orang lain
sudah waktunya aku berhenti bicara pada yang lain
cukup dengan Mu aku buka mulut dan bicara..

Sudah saatnya aku berhenti berharap pada orang lain
sudah saatnya aku berhenti menangis di hadapan orang lain
Cukup pada Mu aku berharap dan menangis..

lebih dari cukup jika aku hanya bicara dengan Mu
lebih dari puas jika aku hanya berharap pada Mu
lebih dari hebat jika hanya Engkau yang tahu
dan..lebih dari seru jika hanya Engkau yang menemaniku menjalaninya...

aku ingin Engkau tahu dan pastinya Engkau sudah tahu
aku ingin Engkau mendengarku dan pastinya Engkau selalu mendengarku
aku ingin Engkau membantuku dan pastinya Engkau selalu siap membantuku
aku ingin hanya ada aku dan diri Mu


1 komentar:

Irsyan(seorang anak manusia yang yang tak ingin tersingkir dari pusaran sejarah) mengatakan...

lama nian saya pernah melihat wajah begtu sumringah. ternyata kamu punya langkah yang lain untuk memikat hati sang pujanngga...wahai satrawati muda yang bermotif,,cepat sampaikan kepadanya kerisauan hatimu ini...puisi mungkin tak dapat merubah dunia tapi puisi dapat menaklukan hati seseorang...terus berjuang karena perjuangan merupakan yang mutlak pada hidup ini.....