Seorang Kawan Di Sudut Ranjang

07/11/07
Lihat di sudut ranjang itu!
ada seorang teman dengan wajah muram
dengan hati demam
di sudut ranjang itu
ada seorang saudaraku yang bermata sembab dan pipi yang lembab

di atas ranjang itu
ada sesosok tubuh yang terbukur kaku
dengan sarung yang menutupi seluruh tubuhnya...

"siapa dia?" aku bertanya "diakah yang membuat wajah kawanku muram?"
"diakah yang menyebabkan mata saudaraku sembab?"
aku seperti bertanya pada tembok yang hanya terdiam, suram, tanpa geram...

aku menepuk bahu kawanku
berharap mendapat jawaban untuk pertanyaanku
dia menoleh, wajah muram itu mengingatkanku pada wajahku dulu
ketika inangku meninggalkanku

aku terdiam, tanya itu tak lagi mampu kuucapkan
tanganku mendingin, sedingin aura ruangan itu

kawan di sudut ranjang itu menatapku kosong
dengan satu kata dia membuatku berlutut memberi hormat
"bapak" katanya
bapaknya dipanggil Tuhan
bapaknya pergi
ya, pergi untuk selamanya

kawan di sudut ranjang itu
menatap bapaknya dengan mata berair
dan aku dibelakangnya mencoba menghibur
denagn memberi sedikit senyum hambar
namun tak mampu membuat sedihnya bubar

untuknya seorang kawan, seorang saudara

yang baru saja ditinggal bapaknya,,,yang tabh ya kawan!!

pada waktunya semua orang pasti pergi...namun, sekarang kami masih ada di sini

untukmu saudaraku,,Adhy R.P

1 komentar:

Irsyan mengatakan...

sungguh sedih kehilangan orang yang cintai............perasaan yang dirasakan Adhi, pasti juga pernah dirasakan oleh orang lain...kau n aku juga pernah merasakan ditinggal oleh orang yang sangat berjasa telah membuat kita nongol didunia ini...Tapi kita harus terus memberi semangat kepada Adhi,,supaya jngan larut dalam kesedihan...Dan latunan doa juga kita kirimkn kepda ayahandax, semoga arwahx mendapat tempat yang layak di sisi-Nya...Karena dorongan morillah yang sangat dibutuhkannya sekarang...Ingatkan kepadax bahwa hidup ini berfluktuasi,,kadang kita berada dalam keadaan bahagia kadang juga kita mersakan kesedihan yang sangat...